Sabtu, 26 Mei 2012

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL


ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL

Diajikan guna melengkapi tugas softskill

Nama kelompok          : Afriyan
                                     Andryansyah
                                     Mario Jasper Barus
                                     Yudi Krisyanto
Jurusan                        : AKUNTANSI
Dosen                          : B.Sundari



FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS GUNADARMA
JAKARTA
2012




BAB I
Pendahuluan

1.1 Pendahuluan
Investor, analisis riset ekuitas, manajer keuangan, bankir, dan para pengguna laporan keuangan lainnya memiliki kebutuhan yang semakin besar untuk membaca dan menganalis laporan keuangan. Terdapat pertumbuhan yang luar biasa dalam penerbitan dan perdagangan modal internasional pada tahun-tahun terakhir yang disebabkan oleh privasi, pertumbuhan ekonomi, pengenduran kontrol modal dan kemajuan dalam teknologi informasi yang terus menerus terjdi.
Laporan keuangan asing juga meningkat karena kegiatan merger dan akuisisi telah semakin banyak terjadi secara internasional. Akhirnya, karena bisnis menjadi semakin global, laporan keuangan menjadi jauh lebih penting daripada  masa sebelumnya karena menjadi dasar untuk analisis persaingan, keputusan kredit, negoisasi usaha, dan kontrol perusahaan.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.2 PELUANG DAN TANTANGAN DALAM ANALISIS LINTAS BATAS
Sejumlah negara memiliki perbedaan yang sangat besar dalam praktek akuntansi,kualitas pengungkapan, hukum, undang-undang, sifat, dan ruang lingkup risiko usaha, dan cara untuk menjalankan usaha.
Analisis dan penilaian keuangan internasional ditandai dengan banyak kontradiksi. Di satu sisi, begitu cepatnya proses harmonisasi standar akuntansi telah mengarah pada semakin meningkatnya daya banding informasi keuangan diseluruh dunia. Terlepas dari kontradiksi yang msih terus berlanjut, hambatan untuk analisis dan penilaian keuangan internasional semakin menurun dan pandangan para analisis secara umum masih positif.

2.2 KERANGKA DASAR ANALISIS USAHA
Kerangka dasar tersebut terdiri dari empat tahap analisis yaitu:
1.      Analisis strategi usaha
2.      Analisis akuntansi
3.      Ananlisis keuangan
4.      Analisis prospektif



2.2.1 ANALISIS STRATEGI USAHA INTERNASIONAL

Analisis strategi usaha merupakan langkah  penting pertama dalam analisis laporan keuangan. Dengan mengidentifikasi faktor pendorong laba dan risiko usaha yang utama,analis usaha mambantu para analisis untuk membuat peramalan yang realistis. Prosedur standar untuk untuk mengumpulkan informasi yang digunakan dalam ananlisis strategi usaha meliputi pemeriksaan laporan tahunan dan penerbitan perusahaan lainnya, dan berbicara dengan staff perusahaan, analisis dan profesional keuangan lainnya.

2.2.1.1 KETERSEDIAAN INFORMASI
Analisis strategi usaha sulitdilakukan dibeberapa negara karena kurang andalnya informasi mengenai perkembangan makroekonomi. Memperoleh informasi mengenai industri juga sukar dilakukan di banyak negara dan jumlah serta kualitas informasi perusahaan sangat berbeda beda. Ketersediaan informasi khusus mengenai perusahaan sangat rendah di banyak negara berkembang.

2.2.1.2 REKOMENDASI UNTUK MELAKUKAN ANALISIS
Keterbatasan data membuat upaya untuk melakukan analisis strategi usaha dengan menggunakan metode riset tradisonal menjadi sukar dilakukan. Sering kali , perlu dilakukan perjalanan untuk mempelajari sistem bisnis setempat dan bagaimana industri dan perusahaan sesungguhnya beroperasi, khususnya dinegara-negara pasar berkembang. Risiko yang sangat besar dapat terjadi karena ananlisis strategi usaha yang tidak memadai.

2.2.2 ANALISIS AKUNTANSI
Tujuan analisis akuntansi adalah untuk menganalisis sejauh manahasil yang dilapoerkan perusahaan mencerminkankan realitas ekonomi. Untuk memperoleh kesimpulan yang dapat diandalkan, analisis harus menyesuaiakan jumlah akuntansi yang dilporkan untuk menghilangkan distorsi yang disebabkan oleh penggunaan metode akuntansi yang menurut analisis itu tidak layak.
Healy dan rekannya menyarankan proses berikut ini dalam melakukan evaluasi kualitas akuntansi suatu perusahaan:
1.      Identifikasikanlah kebijakan akuntansi utama
2.      Analalisislah fleksibilitas akuntansi
3.      Evaluasilah strategi akuntansi
4.      Evaluasilah kualitas pengungkapan
5.      Identifikasilah potensi terjadinya masalah
6.      Buatlah penyesuaian atas distorsi akuntansi

2.2.2.1 SARAN-SARAN UNTUK PARA ANALIS
Teristimewa  pada saat melakukan analisis terhadap perusahaan dinegara pasar berkembang, para analisis harus sesering mungkin bertemu dengan manajemen untuk mengevaluasi insentif pelaporan keuangan dan kebijakan akuntansi mereka. Banyak perusahaan di pasar berkembangyang sangat tertutup dan para manajer mungkin tidak memiliki intensif yang kuat untuk melakukan pengungkapan yang lengkap dan kredibel.

2.2.3 ANALISIS KEUANGAN INTERNASIONAL
Tujuan analisis keuangan adalah untuk mengevaluasi kinerja perusahaanpada masa kini dan masa lalu,dan untuk menilai apakah kinerjanya dapat dipertahannkan. Analisis rasio dan arus kas merupkan alat yang penting dalam melakukan analisis keuangan. Analisis rasio mencangkup perbandingan rasio antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama, antar waktu atau periode fiskal yang lain dan terhadap beberapa acuan yang baku. Analisis ini memberikan masukan terhadap derajat perbandingan dan relatif pentingnya pos-pos laporan keuangan dan dapat membantu dalam mengevaluasi efektivitas kebijakan operasi, investasi, pendanaan dan retensi laba yang dimbil manajemen. Analisis arus kas berfokus pada laporan arus kas, yang memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan keluar perusahaan.

2.2.3.1 ANALISIS ARUS KAS
Analisis arus kas memberikan masukan mengenai arus kas dan manajemen suatu perusahaan. Laporan arus kas yang sangat mendetail diwibkan menurut GAAP AS, GAAP Inggris, IFRS, dan standar akuntansi disejumlah negara yang jumlahnya semakin bertambah. Ukuran-ukuranyang berkaitan dengan arus kas sangat bermanfaat khususnya dalam analisis internasional karena tidak terlalu dipengaruhi oleh perbedaan prinsip akuntansi, bila dibandingkan dengan ukuran-ukuran berbasis laba.

2.2.3.2 MEKANISME UNTUK MENGATASINYA
Beberapa analisis menyajikan ulang ukuran akuntansi asing menurut sekelompok prinsip yang diakui secara internasional, atau dasar lain secara umum, mengembangkan pemahaman yang lengkap atas praktik akuntansi disekolompok negara tertentu dan membatasi analisis mereka terhadap perusahaan yang berlokasi dinegara tersebut.






2.2.4 ANALISIS PROSPEKTIF INTERNASIONAL
Analisis prospektif mencakup tahapan: peramalan dan penilaian. Ketika melakukan peramalan, para analisis membuat ramalan mengen perusahaan secara eksplisit berdasarkan strategi usaha, catatan akuntansi, dan analisis keuangan
Ketika melakukan penilaian, analis mengubah ramalan kuantitatif menjadi suatu estimasi nilai perusahaan. Penilaian digunakan secara inplisit dalam banyak keputusan usaha. Sebagai contoh, penilaian merupakan dasar rekomendasi investasi yang diberikan leh analisis keuangan.
Pakar dalam penilaian internasional memberikan peringatan berikut ini kepada merekan yang melakukan analisis rospektif internasional:” setiap aturan yang telah anda pelajari di negara asal anda menjadi tidak berlaku di luar negri.”  Sebagai contoh, dengan analisis arus kas doiskonto seseorang menilai suaatu usaha berdasarkan nilai kini ekspektsi arus ka yang didiskontokan sesuai dengan tingkat suku bungan yang mencerninkan tingkat resiko aruskas tersebut.
2.3 AKSES INFORMASI
Informasi mengenai ribuan perusahaan dari seluruh dunia telah tersedia secara luas dalam beberapa tahu terakhir.sumber informasi yang tak terhitung banyaknya munncul melalui World Wode Web.  Benyaknya perusahaan juga menjawab permintaan  atas laporan tahunan dokumen keuangan lainnya yang disampaikan secara tertulis atau melalui telpon.

2.4 KETEPATAN WAKTU INFORMASI
Ketepatan wktu laporan keuangan, laporan tahunan, laporan kepada pihak regulator dan siaran ers yang menyangkut laporan akuntansi berbeda-beda di tiap negara. Perbedaan dalam ketepatan waktu informasi akuntansi menambah beban pera embaca laporan keuangan perusahaan asing. Beban ini semakin besar untuk perusahaan-perusahaaan yang memiliki lingkungan yang senantiasa beruban ubah. Agar penilaian yang dilakukan bermakna, diperlukan penyesuaian ters menerus atas jumlah yang dilaporkan, dengan menggunakan alat konvensional ataupun tidak kinvensional.

2.5 PERUBAHAN MATA UANG ASING
Akun-akun yang berdeniminai dalam mata uang asing membuat para anali menghadapi dua jenis permasalahan. Yang berkaitan dengan kemudahan pembaca, yang kedua menyangkut isi informasi sebagian besar perusahaan di seluruh dunia menetapkan denominasi akun-akun keuangannya dalam mata uang domisili nasional mereka. Bagi seorang pembaca dari AS yang terbiasadengan dollar, analisis akun-akun yang dinyatakan dalam euro dapat menimbulkan kebingunagan. Jawaban yang umum untuk mengantasinya adalah dengan menetralasikan saldo-saldo dalam mata uang asing kedalam mata uang asing.

2.6 PERBEDAAN DALAM FORMAT LAPORAN
Format neraca dan laporan laba rugi berbeda-beda di setiap negara. Sebagai contoh, berbeda dengan di Amerika Serikat di mana kebanyakan perusahaan menggunakan fomat neraca dengan aktifa di sisi kiri dan klaim atas ekuitas di sisi kanan, format sebaliknya digunakan di inggris. Contoh kedua, berbeda dengan neraca di AS yang menyajikan aktifa semakin menrun dalam urutan likuidasi dan kewajiban semakin meningkat dalam urutan tanggal jatuh tempo, di banyak negara aktifa yang paling likuid dan kewajiban dengan jangka waktu paling pendek diempatkan di bagian bawah neraca.

2.7 HAMBATAN DAHASA DAN TEKNOLOGI
Perbedaan bahasa antar negara menimbulkan hambatan informasi bagi para pengguna laporan keuangan. Kebanyakan perusahaan yang berdomisili dinegara-negara yang tidak menggunakan bahasa inggris menerbitkan laporan tahunannya dalam bahasa negara asal. Namun demikian, semakin banyak perusahaan yang relatif besar yang berada di prekonomian maju menyediakan laporan tahunan dalambahasa inggris.
Perbedaan terminilogi akuntansi juga dapat menimbulakan kesulitan. Sebagai contoh, para pembaca di AS mengartikan istilah stock sebagai surat berharga yang menunjukan kepemilikan perusahaan (saham). Di sisi lain, para pembaca di inggris mengartikan isilah itu sebagai persediaan barang yang belum terjualmilik perusahaan. Contoh lain perbedaan terminologi antara inggris dan amerika serikat antara lain turnover (pendapatan penjualan) dan debtors (account receivable) dan creditor (account payable).
Secara singkat, banyak isi-isu substansial yang dihadapi para pengguna lapoan keuangan internasional. Mungkin isu yang paling sulit adalah yang berkaitan dengan mata uang asing dan ketersediaan dan kredibilitas informasi keuangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar